LAPORAN
PENDAHULUAN DAN SAP
KELUARGA DENGAN HEPATITIS
1.
Latar Belakang :
Hati memiliki berbagai macam fungsi dalam pengolahan
zat gizi. Semua zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain) dicerna
dan diserap oleh dinding usus kemudian akan diangkut ke dalam hati untuk
diolah. Hati juga mempunyai fungsi untuk menetralkan racun termasuk obat-obatan
yang membahayakan, hormon dan lain-lain. Mengingat pentingnya fungsi hati maka
dapatlah dimengerti bahwa bila hati rusak maka dapat terjadi penyimpangan dalam
pengolahan zat gizi.
PROPOSAL
PENANGANAN HEPATITIS
Topik : Hepatitis
Sub pokok bahasan :
- Definisi
hepatitis
- Macam-macam
hepatitis
- Penyebab
hepatitis
- Tanda
dan gejala hepatitis
- Cara
penularan hepatitis
- Cara
pencegahan hepatitis
Makanan yang diberikan pada
penderita hepatitis
Metode :
ceramah dan Tanya jawab
Media :
lieflet, infokus,
Sasaran : Tn. M dan
keluarga
Hari :
selasa
Tanggal :
25 Agustus 2015
Jam :
09.00-09.45 WIB
Waktu : 45 menit
Tempat : Rumah klien
Penyuluh : Marsan
Materi :
- Definisi
hepatitis
- Macam-macam
hepatitis
- Penyebab
hepatitis
- Tanda
dan gejala hepatitis
- Cara
penularan hepatitis
- Cara
pencegahan hepatitis
- Makanan yang diberikan pada penderita hepatitis
Tujuan Instruksional Umum :
Setelah mengikuti
kegiatan penyuluhan 1x45 menit diharapkan klien dan keluarga mengetahui dan
memahami tentang makanan yang bisa diberikan kepada penderita hepatitis dan
dapat mendemonstrasikan cara pencegahan dengan baik dan benar.
Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mengikuti
kegiatan penyuluhan selama 1x45 klien dan keluarga dapat menjelaskan kembali
tentang :
- Mengetahui
dan menyebutkan pengertian hepatitis
- Mengetahui
Macam-macam hepatitis
- Mengetahui
Penyebab hepatitis
- Mengetahui
Tanda dan gejala hepatitis
- Mengetahui
dan Menjelaskan Cara penularan hepatitis
- Mengetahui
dan menjelaskan Cara pencegahan hepatitis
- Mengetahui
dan menjelaskan Makanan
yang diberikan pada penderita hepatitis
KEGIATAN PENYULUHAN
|
No
|
Waktu
|
Kegiatan
Penyuluhan
|
Kegiatan
Peserta
|
|
1.
|
09.00-09.05 WIB
|
Pembukaan :
- Memberi salam
- Menjelaskan tujuan
pembelajaran
- Menyebutkan materi/pokok
bahasan
yang akan disampaikan
|
-
menjawab salam mendengarkan dan memperhatikan
|
|
2.
|
09.05-09.30 WIB
|
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan
secara berurutan dan teratur.
Materi :
|
Menyimak dan memperhatikan
materi
|
Makanan
yang diberikan pada penderita hepatitis
|
|||
|
3.
|
09.30-09.40 WIB
|
Evaluasi
- Memberi kesempatan kepada
klien untuk bertanya
- Memberi kesempatan kepada
klien untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
|
Bertanya
dan menjawab pertanyaan
|
|
4.
|
09.40-09.45 WIB
|
Penutup :
- Menyimpulkan materi yang
telah
disampaikan
- Menyampaikan terima kasih
atas
perhatian dan waktu yang telah
diberikan
- Mengucapkan salam
|
mengucapkan salam
|
REFERENSI
Aguslina, S.,
1997, Hepatitis B Ditinjau dari kesehatan Masyrakat dan Upaya Pencegahan.
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.
Depkes RI,
2002, Imunisasi Hepatitis B, Jakarta
MATERI
A. DEFINISI
Hati (liver) adalah salah satu organ tubuh yang penting. Hati dapat
membantu proses metabolisme nutrisi ataupun obat-obatan di dalam tubuh. Selain
itu organ ini juga mempunyai peranan yang penting untuk membersihkan darah di
dalam tubuh dari produk limbah yang beracun. Namun, demikian jika kita tidak
menjaga fungsi hati dengan baik maka organ penting ini akan mengalami kerusakan.
Salah satu penyakit hati yang sering terjadi adalah hepatitis.
Hepatitis yang berarti peradangan dalam hati dapat diakibatkan oleh
berbagai macam hal, seperti infeksi bakteri, racun, ataupun karena sistem imun
di dalam tubuh sendiri yang dapat menyerang hati. Meskipun ada beberapa jenis
hepatitis, pada umumnya ada 3 macam hepatitis yang disebabkan oleh virus dan
sering terjadi yaitu hepatitis A, B, ataupun C.
B. Macam-macam hepatitis
1.
Hepatitis A
Virus hepatitis A dapat ditularkan melalui feses dari pasien yang
sebelumnya telah terinfeksi dengan penyakit ini. Selanjutnya seseorang dapat
terkena hepatitis A dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah
terkontaminasi feses tersebut. Hepatitis A bersifat kurang merusak dibanding
hepatitis virus yang lain. Hal ini karena jenis hepatitis ini jarang
menimbulkan kerusakan liver yang menetap. Bahkan dalam beberapa minggu gejala
akan hilang sama sekali dan orang yang telah terinfeksi hepatitis A akan kebal
terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis
A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Gejala Hepatitis A
Pada minggu
pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning,
keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna
hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti
demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.
Cara penularan :
Virus
hepatitis A ditularkan melalui tinja orang yang terkana virus hepatitis A
dan masuk kemulut orang lain bisa terjadi karena:
1.
Mengkonsumsi sayuran, buah, ikan, air muapun makanan yang telah tercemar
oleh tinja yang mengandung hepatitis A.
2.
Kebersihan pribadi dan lingkungan tidak di jaga dengan baik.
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A
Penderita
yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang
disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak
banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat
untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti paracetamol
sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan
tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.
Cara pencegaha virus hepatitis A
1.
Cuci tangan dengan air hangat dan sabun setelah melakukan BAB/BAK. Sebelum
makan ataupun sebelum menyediakan makanan.
2.
Cuci sayuran dan buah sebelum di makan.
Sebelum
dipakai cuci peralatan makan dan minum.
2.
Hepatitis B
Jenis hepatitis ini tergolong infeksi yang lebih serius dan dapat memicu
terjadinya sirosis ataupun kanker hati. Penularan hepatitis B dapat melalui
jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah, ataupun cairan
tubuh yang lain. Pada beberapa kasus seseorang yang terinfeksi hepatitis B
dapat sembuh dari penyakit ini dan kemungkinan tubuhnya telah memiliki imunitas
untuk melawan infeksi tersebut. Namun, ada juga beberapa orang yang akan
terinfeksi virus ini selamanya.
Gejala Hepatitis B
Secara
khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit
perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi
penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut,
sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian
diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa
ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B,
yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.
a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;
- Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter.
- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.
- Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.
b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;
Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi Alfa Interferon (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.
3.
Hepatitis C
Seperti halnya
hepatitis B, ternyata hepatitis C juga dapat memicu terjadinya sirosis ataupun
kanker hati. Penularan penyakit ini dapat melalui transfusi darah, cairan
tubuh, ataupun hubungan seksual. Hepatitis C merupakan tipe hepatitis yang sangat
serius dan menjadi alasan utama transplantasi hati pada kebanyakan pasiennya.
Pada hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak.
Gejala Hepatitis C
Penderita
Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala,
walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala
yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin
menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut
"jaundice" (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan
peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita
Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C
Saat ini
pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon
alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan
pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini
mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.
Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan
pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu
penanganan pada stadium awalnya.
Cara
pencegahan hepatitis B dan C sama karna kedua jenis virus ini sama hidup dan
tertular melalui darah, dan cairan organ dalam lainnya.
Penularan
hepatitis B dan C :
1.
Melaluai kontak darah, sperma ,dan cairan vagina dari orang yang
terinfeksi hepatitis B dan C.
·
Berbagi perlengkapan suntik untuk menggunakan narkoba.
·
Melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom.
2.
Bayi yang terlahir dari ibu yang
telah terinfeksi hepatitis B dan C.
Pencegahan Hepatitis B dan C:
1.
Jangan berbagi perlengkapan suntik apapun (tabung, jarum, kapas, air, dan
filter).
2.
Waspada terhadap darah ketika menyuntik atau disuntik oleh orang lain.
3.
Jangan berbagi sikat gigi dan alat cukur.
4.
Jika ingin tatto, lakukan dengan prosedur sterilisasi yang layak.
5.
Tidak melakukan hubungan seks tanpa kondom.
6.
Lakukan vaksinasi Hep B. Saat ini belum ada vaksin
untuk mencegah hepatitis C.
Obat herbal Hepatitis
Adapun
tumbuhan obat/herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu
pengobatan hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor yaitu
melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga
bersifat antiradang antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit
(Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus
urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar
alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa),
pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu
(Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).
B. ETIOLOGI
Beberapa hal
yang menjadi penyebab sirosis hepatis adalah (FKUI, 1996) :
1. Hepatitis virus tipe B dan C
Proses peradangan pada hati menyebabkan
peburunan suplai darah dari hati sehingga terjadi
kerusakan hati.
2. Alkohol
Seorang alkoholik biasanya akan mengabaikan pola makan sehingga akan kekurangan
nutrisi ( diantaranya protein ). Alkohol dapat juga secara langsung merusak
jaringan hati, sehingga hati akan membesar dan rapuh. Sehingga akan terjadi
proses pembengkakan jaringan parut yang tersebar luas dipermukaan hati.
3. Metabolik :
DM
4. Kolestatis
kronik
5. Toksik dari
obat : INH
6. Penyakit
wilson
7. Hematikromatosis
8. Kegagalan
jantung
Hal
ini akan menyebabkan bendungan pada vena hepatika.
9. Malnutrisi
Kekurangan protein akan menyebabkan berkurangnya pembentukan faktor-faktor
lipotropik yang diperlukan untuk transport lemak. Sehingga akan terjadi proses
pembentukkan jaringan parut yang tersebar luas dipermukaan.
C. KLASIFIKASI
Secara makroskopik, sirosis dibagi
atas :
1. Sirosis
Mikronodular
Ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur,
didalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata diseluruh
lobus, besar nodulnya sampai 3 mm. Sirosis mikronodular ada yang berubah
menjadi makronodular.
2. Sirosis
Makronodular
Ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan
bervariasi, dengan besar nodul lebih dari 3 mm.
3. Sirosis
Campuran
Umumnya sinosis hepatis adalah jenis campuran ini.
Selain
klasifikasi diatas, sirosis hepatis terbagi dalam 3 pola yaitu :
1. Sirosis
Laennec/sirosis alkoholik, portal dan sirosis gizi
Sirosis ini berhubungan dengan
penyalahgunaan alkohol kronik. Sirosis jenis ini merupakan 50% atau lebih dari
seluruh kasus sirosis. Perubahan pertama pada hati yang ditimbulkan alkohol
adalah akumulasi lemak secara gradual didalam sel-sel hati (infiltrasi lemak).
Akumulasi lemak mencerminkan adanya
sejumlah gangguan metabolik. Pada kasus sirosis laennec yang sangat lanjut,
membagi parenkim menjadi nodula-nodula halus. Nodula-nodula ini dapat membesar
akibat aktifitas regenerasi sebagai usaha hati untuk mengganti sel-sel yang
rusak. Hati tampak terdiri dari sarang-sarang sel-sel degenerasi + regenerasi
yang dikemas padat dalam kapsula fibrosa yang tebal. Pada keadaan ini sirosis
sering disebut sebagai sirosis nodular halus.
Hati akan menciut, keras dan hampir
tidak memiliki parenkim normal pada stadium akhir sirosis, dengan akibat
hipertensi portal dan gagal hati.
2. Sirosis Post
nekrotik
Terjadi menyusul nekrosis berbercak
pada jaringan hati, menimbulkan nodula-nodula degeneratif besar dan kecil yang
dikelilingi dan dipisah-pisahkan oleh jaringan parut, berselang-seling dengan
jaringan parenkim hati normal.
Sekitar 25% kasus memiliki riwayat
hepantis virus sebelumnya. Banyaknya pasien dengan hasil tes HbsAg positif
menunjukkan bahwa hepatitis kronik aktif agaknya merupakan peristiwa yang besar
peranannya.
Beberapa kasus berhubungan dengan
intoksikasi bahan kimia industri, dan ataupun obat-obatan seperti fosfat,
kloroform dan karbon tetraklorida/jamur beracun. Sirosis jenis ini merupakan
predisposisi terhadap neoplasma hati primer.
3. Sirosis
Billaris
Kerusakan sel hati dimulai disekitar
duktus billaris, penyebabnya obstruksi billaris post hepatik. Sifat empedu
menyebabkan penumpukan empedu didalam masa hati dengan akibat kerusakan sel-sel
hati, terbentuk lembar-lembar fibrosa di tepi lobulus.
Sumber empedu sering ditemukan dalam
kapiler-kapiler,duktulus empedu dan sel-sel hati seringkali mengandung pigmen
hijau.
Klasifikasi CHILD pasien sirosis
dalam terminologi cadangan fungsi hati
|
Derajat
kerusakan
Bil. Serum
(m.u mol/dl)
Alb serum
(gr/dl)
Asites
PSE/ensefalopati
Nutrisi
|
Minimal
< 35
> 35
Nihil
Nihil
Sempurna
|
Sedang
35-50
30-35
Mudah
dikontrol
Minimal
Baik
|
Berat
> 50
< 30
sukar
berat/koma
kurang/kurus
|
D. PATOFISIOLOGI
Efek dari alkohol, keadaan
malnutrisi, virus hepatitis dan keadaan gagal jantung, pada hati menyebabkan
perubahan hebat pada struktur dan fungsi sel-sel hepar.
Perubahan ini ditandai dengan inflamasi dan nekrosis
sel hepar yang dapat setempat/menyebar. Simpanan lemak dalam sel-sel parenkim
dapat dilihat pada awalnya. Penyebab perubahan lemak ini tidak jelas, tapi
mungkin sebagai respon perubahan fu, enzim yang bertanggung jawab terhadap
metabolisme lemak normal.
Pelebaran sel-sel lemak menyebabkan tekanan pada
lobule hepar yang mengarah pada peningkatan aliran darah. Terjadi hipertensi
pada sistem portal. Dengan tekanan balik yang cukup pada sistem portal. Terjadi
sirkulasi kolateral dan memungkinkan darah mengalir dari intestin langsung ke
vena kava. Peningkatan aliran darah ke vena esofagus menyebabkan varises
esofagus; pada vena lambung, varises lambung pada limfa splenomegali dan pada
vena hemorodial hemoroid.
Nekrosis diikuti oleh regenerasi dari jarinagn hepar,
tetapi tidak dalam cara yang normal. Jaringan fibrotik ini tidak dapat
pulih, mengakibatkan disfungsi hepar kronis yang akhirnya gagal
E. MANIFESTASI
KLINIS
Terbagi dalam 2 fase, yaitu :
- Fase
Kompensasi sempurna
Keluhannya samar-samar, yaitu :
- Pasien merasa tidak fit/bugar
- Anorexia
- Mual
- Diare/konstipasi
- Berat badan menurun
- Kelemahan otot
- Cepat lelah
- Fase
Dekompensasi
Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan
klinis, laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya, terutama timbul
komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi :
- Eritema palmaris
- Spider nevi
- Vena kolateral pada dinding perut
- Ikterus
- Edema pretibial
- Asites
- Gangguan pembekuan darah seperti
perdarahan gusi, epistaksis, haid berhenti
- Hematemesis
- Melena
- Ensefalopati hepatik
SARAN
Biasakan untuk selalu hidup bersih dan
sehat
Selalu periksa kesehatan atau vaksinasi
jika sudah terjangkit penyakit hepatitis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar