Minggu, 14 Februari 2016

SAP HEPATITIS

LAPORAN PENDAHULUAN DAN SAP
 KELUARGA DENGAN HEPATITIS



1.      Latar Belakang :

Hati memiliki berbagai macam fungsi dalam pengolahan zat gizi. Semua zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain) dicerna dan diserap oleh dinding usus kemudian akan diangkut ke dalam hati untuk diolah. Hati juga mempunyai fungsi untuk menetralkan racun termasuk obat-obatan yang membahayakan, hormon dan lain-lain. Mengingat pentingnya fungsi hati maka dapatlah dimengerti bahwa bila hati rusak maka dapat terjadi penyimpangan dalam pengolahan zat gizi.














PROPOSAL
PENANGANAN HEPATITIS

Topik                           : Hepatitis
Sub pokok bahasan     :
  • Definisi hepatitis
  • Macam-macam hepatitis
  • Penyebab hepatitis
  • Tanda dan gejala hepatitis
  • Cara penularan hepatitis
  • Cara pencegahan hepatitis
Makanan yang diberikan pada penderita hepatitis
Metode                        : ceramah dan Tanya jawab
Media                          : lieflet, infokus,
Sasaran                                    : Tn. M dan keluarga
Hari                             : selasa
Tanggal                       : 25 Agustus 2015
Jam                              : 09.00-09.45 WIB
Waktu                         : 45 menit
Tempat                        : Rumah klien
Penyuluh                     : Marsan


Materi                          :
  • Definisi hepatitis
  • Macam-macam hepatitis
  • Penyebab hepatitis
  • Tanda dan gejala hepatitis
  • Cara penularan hepatitis


  • Cara pencegahan hepatitis
  • Makanan yang diberikan pada penderita hepatitis





Tujuan Instruksional Umum :
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan 1x45 menit diharapkan klien dan keluarga mengetahui dan memahami tentang makanan yang bisa diberikan kepada penderita hepatitis dan dapat mendemonstrasikan cara pencegahan dengan baik dan benar.

Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 1x45 klien dan keluarga dapat menjelaskan kembali tentang :
  • Mengetahui dan menyebutkan pengertian hepatitis
  • Mengetahui Macam-macam hepatitis
  • Mengetahui Penyebab hepatitis
  • Mengetahui Tanda dan gejala hepatitis
  • Mengetahui dan Menjelaskan Cara penularan hepatitis
  • Mengetahui dan menjelaskan Cara pencegahan hepatitis
  • Mengetahui dan menjelaskan Makanan yang diberikan pada penderita hepatitis












KEGIATAN PENYULUHAN

No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1.
09.00-09.05 WIB
Pembukaan :
- Memberi salam
- Menjelaskan tujuan pembelajaran
- Menyebutkan materi/pokok bahasan   
   yang akan disampaikan

-     menjawab salam mendengarkan dan memperhatikan
2.
09.05-09.30 WIB
Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.
Materi :

Menyimak dan memperhatikan materi
  • Definisi hepatitis
  • Macam-macam hepatitis
  • Penyebab hepatitis
  • Tanda dan gejala hepatitis
  • Cara penularan hepatitis
  • Cara pencegahan hepatitis
Makanan yang diberikan pada penderita hepatitis
3.
09.30-09.40 WIB
Evaluasi
- Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
- Memberi kesempatan kepada klien untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan

Bertanya dan     menjawab pertanyaan
4.
09.40-09.45 WIB
Penutup :
- Menyimpulkan materi yang telah   
  disampaikan
- Menyampaikan terima kasih atas
   perhatian dan waktu yang telah
  diberikan
- Mengucapkan salam

mengucapkan salam



REFERENSI
Aguslina, S., 1997, Hepatitis B Ditinjau dari kesehatan Masyrakat dan Upaya Pencegahan. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.
Depkes RI, 2002, Imunisasi Hepatitis B, Jakarta







MATERI

A.    DEFINISI
Hati (liver) adalah salah satu organ tubuh yang penting. Hati dapat membantu proses metabolisme nutrisi ataupun obat-obatan di dalam tubuh. Selain itu organ ini juga mempunyai peranan yang penting untuk membersihkan darah di dalam tubuh dari produk limbah yang beracun. Namun, demikian jika kita tidak menjaga fungsi hati dengan baik maka organ penting ini akan mengalami kerusakan. Salah satu penyakit hati yang sering terjadi adalah hepatitis.
Hepatitis yang berarti peradangan dalam hati dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal, seperti infeksi bakteri, racun, ataupun karena sistem imun di dalam tubuh sendiri yang dapat menyerang hati. Meskipun ada beberapa jenis hepatitis, pada umumnya ada 3 macam hepatitis yang disebabkan oleh virus dan sering terjadi yaitu hepatitis A, B, ataupun C.

B. Macam-macam hepatitis
1.      Hepatitis A
Virus hepatitis A dapat ditularkan melalui feses dari pasien yang sebelumnya telah terinfeksi dengan penyakit ini. Selanjutnya seseorang dapat terkena hepatitis A dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi feses tersebut. Hepatitis A bersifat kurang merusak dibanding hepatitis virus yang lain. Hal ini karena jenis hepatitis ini jarang menimbulkan kerusakan liver yang menetap. Bahkan dalam beberapa minggu gejala akan hilang sama sekali dan orang yang telah terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.



Gejala Hepatitis A
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.

Cara penularan :
Virus hepatitis A ditularkan melalui tinja orang yang terkana virus hepatitis A  dan masuk kemulut orang lain bisa terjadi karena:
1.      Mengkonsumsi sayuran, buah, ikan, air muapun makanan yang telah tercemar oleh tinja yang mengandung hepatitis A.
2.      Kebersihan pribadi dan lingkungan tidak di jaga dengan baik.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A
Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.

Cara pencegaha virus hepatitis A
1.         Cuci tangan dengan air hangat dan sabun setelah melakukan BAB/BAK. Sebelum makan ataupun sebelum menyediakan makanan.
2.         Cuci sayuran dan buah sebelum di makan.
Sebelum dipakai cuci peralatan makan dan minum.

2.      Hepatitis B
Jenis hepatitis ini tergolong infeksi yang lebih serius dan dapat memicu terjadinya sirosis ataupun kanker hati. Penularan hepatitis B dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah, ataupun cairan tubuh yang lain. Pada beberapa kasus seseorang yang terinfeksi hepatitis B dapat sembuh dari penyakit ini dan kemungkinan tubuhnya telah memiliki imunitas untuk melawan infeksi tersebut. Namun, ada juga beberapa orang yang akan terinfeksi virus ini selamanya.

Gejala Hepatitis B
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.

a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;

- Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter.

- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.

- Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.

b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;

        Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi Alfa Interferon (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.

3.      Hepatitis C
Seperti halnya hepatitis B, ternyata hepatitis C juga dapat memicu terjadinya sirosis ataupun kanker hati. Penularan penyakit ini dapat melalui transfusi darah, cairan tubuh, ataupun hubungan seksual. Hepatitis C merupakan tipe hepatitis yang sangat serius dan menjadi alasan utama transplantasi hati pada kebanyakan pasiennya. Pada hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak.

Gejala Hepatitis C
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut "jaundice" (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.

Cara pencegahan hepatitis B dan C sama karna kedua jenis virus ini sama hidup dan tertular melalui darah, dan cairan organ dalam lainnya.
Penularan hepatitis B dan C :
1.      Melaluai kontak  darah, sperma ,dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi hepatitis B dan C.
·         Berbagi  perlengkapan suntik untuk menggunakan narkoba.
·         Melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom.
2.      Bayi yang terlahir dari ibu yang telah terinfeksi hepatitis B dan C.


Pencegahan Hepatitis B dan C:
1.      Jangan berbagi perlengkapan suntik apapun (tabung, jarum, kapas, air, dan filter).
2.      Waspada terhadap darah ketika menyuntik atau disuntik oleh orang lain.
3.       Jangan berbagi sikat gigi dan alat cukur.
4.       Jika ingin tatto, lakukan dengan prosedur sterilisasi yang layak.
5.      Tidak melakukan hubungan seks tanpa kondom.
6.      Lakukan vaksinasi Hep B. Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah hepatitis C.
Obat herbal Hepatitis
Adapun tumbuhan obat/herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat antiradang antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).

      B.   ETIOLOGI
Beberapa hal yang menjadi penyebab sirosis hepatis adalah (FKUI, 1996) :
1.     Hepatitis virus tipe B dan C
        Proses peradangan pada hati menyebabkan peburunan suplai darah dari hati sehingga terjadi  
       kerusakan hati.


 2.     Alkohol
          Seorang alkoholik biasanya akan mengabaikan pola makan sehingga akan kekurangan nutrisi ( diantaranya protein ). Alkohol dapat juga secara langsung merusak jaringan hati, sehingga hati akan membesar dan rapuh. Sehingga akan terjadi proses pembengkakan jaringan parut yang tersebar luas dipermukaan hati.
3.     Metabolik : DM
4.     Kolestatis kronik
5.     Toksik dari obat : INH
6.     Penyakit wilson
7.     Hematikromatosis
8.     Kegagalan jantung
      Hal ini akan menyebabkan bendungan pada vena hepatika.
9.     Malnutrisi
      Kekurangan protein akan menyebabkan berkurangnya pembentukan faktor-faktor lipotropik yang diperlukan untuk transport lemak. Sehingga akan terjadi proses pembentukkan jaringan parut yang tersebar luas dipermukaan.

C.   KLASIFIKASI
Secara makroskopik, sirosis dibagi atas :
      1.   Sirosis Mikronodular
Ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur, didalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata diseluruh lobus, besar nodulnya sampai 3 mm. Sirosis mikronodular ada yang berubah menjadi makronodular.
      2.   Sirosis Makronodular
Ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi, dengan besar nodul lebih dari 3 mm.
      3.   Sirosis Campuran
Umumnya sinosis hepatis adalah jenis campuran ini.

Selain klasifikasi diatas, sirosis hepatis terbagi dalam 3 pola yaitu :
1.   Sirosis Laennec/sirosis alkoholik, portal dan sirosis gizi
Sirosis ini berhubungan dengan penyalahgunaan alkohol kronik. Sirosis jenis ini merupakan 50% atau lebih dari seluruh kasus sirosis. Perubahan pertama pada hati yang ditimbulkan alkohol adalah akumulasi lemak secara gradual didalam sel-sel hati (infiltrasi lemak).
Akumulasi lemak mencerminkan adanya sejumlah gangguan metabolik. Pada kasus sirosis laennec yang sangat lanjut, membagi parenkim menjadi nodula-nodula halus. Nodula-nodula ini dapat membesar akibat aktifitas regenerasi sebagai usaha hati untuk mengganti sel-sel yang rusak. Hati tampak terdiri dari sarang-sarang sel-sel degenerasi + regenerasi yang dikemas padat dalam kapsula fibrosa yang tebal. Pada keadaan ini sirosis sering disebut sebagai sirosis nodular halus.
Hati akan menciut, keras dan hampir tidak memiliki parenkim normal pada stadium akhir sirosis, dengan akibat hipertensi portal dan gagal hati.
2.   Sirosis Post nekrotik
Terjadi menyusul nekrosis berbercak pada jaringan hati, menimbulkan nodula-nodula degeneratif besar dan kecil yang dikelilingi dan dipisah-pisahkan oleh jaringan parut, berselang-seling dengan jaringan parenkim hati normal.
Sekitar 25% kasus memiliki riwayat hepantis virus sebelumnya. Banyaknya pasien dengan hasil tes HbsAg positif menunjukkan bahwa hepatitis kronik aktif agaknya merupakan peristiwa yang besar peranannya.
Beberapa kasus berhubungan dengan intoksikasi bahan kimia industri, dan ataupun obat-obatan seperti fosfat, kloroform dan karbon tetraklorida/jamur beracun. Sirosis jenis ini merupakan predisposisi terhadap neoplasma hati primer.



3.   Sirosis Billaris
Kerusakan sel hati dimulai disekitar duktus billaris, penyebabnya obstruksi billaris post hepatik. Sifat empedu menyebabkan penumpukan empedu didalam masa hati dengan akibat kerusakan sel-sel hati, terbentuk lembar-lembar fibrosa di tepi lobulus.
Sumber empedu sering ditemukan dalam kapiler-kapiler,duktulus empedu dan sel-sel hati seringkali mengandung pigmen hijau.
Klasifikasi CHILD pasien sirosis dalam terminologi cadangan fungsi hati

Derajat kerusakan
Bil. Serum (m.u mol/dl)
Alb serum (gr/dl)
Asites
PSE/ensefalopati
Nutrisi
Minimal
< 35
> 35
Nihil
Nihil
Sempurna
Sedang
35-50
30-35
Mudah dikontrol
Minimal
Baik
Berat
> 50
< 30
sukar
berat/koma
kurang/kurus

D.  PATOFISIOLOGI
Efek dari alkohol, keadaan malnutrisi, virus hepatitis dan keadaan gagal jantung, pada hati menyebabkan perubahan hebat pada struktur dan fungsi sel-sel hepar.
Perubahan ini ditandai dengan inflamasi dan nekrosis sel hepar yang dapat setempat/menyebar. Simpanan lemak dalam sel-sel parenkim dapat dilihat pada awalnya. Penyebab perubahan lemak ini tidak jelas, tapi mungkin sebagai respon perubahan fu, enzim yang bertanggung jawab terhadap metabolisme lemak normal.
Pelebaran sel-sel lemak menyebabkan tekanan pada lobule hepar yang mengarah pada peningkatan aliran darah. Terjadi hipertensi pada sistem portal. Dengan tekanan balik yang cukup pada sistem portal. Terjadi sirkulasi kolateral dan memungkinkan darah mengalir dari intestin langsung ke vena kava. Peningkatan aliran darah ke vena esofagus menyebabkan varises esofagus; pada vena lambung, varises lambung pada limfa splenomegali dan pada vena hemorodial hemoroid.
Nekrosis diikuti oleh regenerasi dari jarinagn hepar, tetapi tidak dalam cara yang normal. Jaringan fibrotik ini tidak  dapat pulih, mengakibatkan disfungsi hepar kronis yang akhirnya gagal

E.   MANIFESTASI KLINIS
Terbagi dalam 2 fase, yaitu :
  1. Fase Kompensasi sempurna
Keluhannya samar-samar, yaitu :
-      Pasien merasa tidak fit/bugar
-      Anorexia
-      Mual
-      Diare/konstipasi
-      Berat badan menurun
-      Kelemahan otot
-      Cepat lelah
  1. Fase Dekompensasi
Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan klinis, laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya, terutama timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi :
-      Eritema palmaris
-      Spider nevi
-      Vena kolateral pada dinding perut
-      Ikterus
-      Edema pretibial
-      Asites
-      Gangguan pembekuan darah seperti perdarahan gusi, epistaksis, haid berhenti
-      Hematemesis
-      Melena
-      Ensefalopati hepatik

SARAN

Biasakan untuk selalu hidup bersih dan sehat
Selalu periksa kesehatan atau vaksinasi jika sudah terjangkit penyakit hepatitis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar